PUSMAN UNU Blitar Berburu Manuskrip Kuno di Ponorog

 



Ponorogo – Pusat Studi Manuskrip Universitas Nahdlatul Ulama (PUSMAN UNU) Blitar menggelar kegiatan penelusuran dan pendataan manuskrip kuno di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PUSMAN dalam merawat, mendokumentasikan, dan menyelamatkan warisan keilmuan Islam Nusantara yang masih tersimpan di tengah masyarakat.

Kegiatan lapangan tersebut dilaksanakan dengan pendampingan Khoirul Fata, yang selama ini berperan dalam merawat dan menjaga manuskrip Al-Qur’an yang menjadi objek penelusuran. Peran Khoirul Fata dinilai penting karena turut memastikan keberlangsungan pelestarian naskah di tingkat komunitas.

Tim PUSMAN UNU Blitar terdiri atas dua dosen, Fuad Ngainul Yaqin dan Ananda Emiel Kamala, serta dua mahasiswa, M. Yusuf Mas Adi dan M. Ali Rohman. Keterlibatan sivitas akademika ini bertujuan memperkuat riset kolaboratif sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam kajian manuskrip dan filologi.

Dalam penelusuran tersebut, tim berhasil mengidentifikasi tiga manuskrip Al-Qur’an. Dua di antaranya berupa mushaf yang ditulis di atas kertas Eropa, sementara satu manuskrip lainnya merupakan Al-Qur’an satu juz yang ditulis menggunakan kertas daluang. Perbedaan media tulis ini menunjukkan keberagaman tradisi penyalinan mushaf yang berkembang di Nusantara.

Manuskrip Al-Qur’an berbahan kertas Eropa memiliki ciri khas berupa tanda air (watermark) pada beberapa halaman, yang mengindikasikan penggunaan bahan impor pada periode tertentu. Sementara itu, Al-Qur’an satu juz yang ditulis di atas kertas daluang mencerminkan keberlanjutan tradisi lokal, mengingat daluang merupakan media tulis tradisional berbahan dasar kulit kayu yang telah lama digunakan oleh masyarakat Nusantara.

Fuad Ngainul Yaqin menyampaikan bahwa temuan manuskrip ini semakin menguatkan posisi Ponorogo sebagai wilayah yang memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan keilmuan Islam di Jawa Timur. Menurutnya, penggunaan beragam media tulis dalam penyalinan mushaf mencerminkan pertemuan tradisi lokal dengan pengaruh luar yang berlangsung secara berdampingan.

Selain mengidentifikasi jumlah manuskrip, tim PUSMAN juga melakukan pendokumentasian kondisi fisik naskah, karakter tulisan, serta informasi umum terkait keberadaan manuskrip. Pendekatan yang digunakan bersifat dialogis dan edukatif, dengan menegaskan bahwa manuskrip tetap berada di lingkungan masyarakat, sementara PUSMAN berfokus pada pendataan dan penyelamatan informasi ilmiah.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak yang terlibat dalam perawatan manuskrip. Khoirul Fata mengungkapkan bahwa upaya pendataan ini membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya merawat manuskrip Al-Qur’an sebagai warisan sejarah dan keilmuan Islam. Tim PUSMAN UNU Blitar juga memberikan edukasi singkat mengenai teknik penyimpanan dan perawatan manuskrip agar kondisinya tetap terjaga.

Hasil penelusuran ini memperkaya khazanah mushaf Nusantara, khususnya dalam konteks tradisi penulisan Al-Qur’an pada media non-kertas seperti daluang dan daun lontar. Keberagaman media tulis mulai dari daun lontar, daluang, hingga kertas Eropa—menunjukkan bahwa tradisi penyalinan Al-Qur’an di Nusantara berkembang secara dinamis dan berkesinambungan.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak